Tampilkan postingan dengan label coret. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label coret. Tampilkan semua postingan
0

biarkan aku menangis, kali ini saja

Posted by Unknown in ,
aku mendekam dalam sepi
terdiam disudut kamar gelap
menunggu pagi

biarkan aku menyendiri sejenak
mengurung perih dalam relung hati
menahan luka yang semakin dalam

Tuhan, kutitipkan harapan ini padaMu
sedikit asa dalam keterbatasanku
cukup itu saja

aku selalu melihat kedepan
enggan untuk berbalik ke masa sulit
aku selalu berharap untuk hari esok
enggan untuk menyesali

tapi biarkan aku mengenang kembali
biarkan aku menangis, kali ini saja
dalam gelap, disudut kamar
hanya kali ini..!

0

kecewa

Posted by Unknown in , ,
aku mulai membenci masa ketika aku harus bertemu denganmu
aku mulai menyesali waktu ketika aku terpaksa menerimamu dalam buku hidupku

haruskah aku menyalahkan keadaan?

ah, aku bahkan enggan untuk mengingat kembali
menyebut namamu pun aku enggan
melihat wajahmu saja aku muak

sungguh aku enggan walau sekedar mengingat
semua tentangmu hanya membuatku muak

maaf bila aku meninggalkanmu
ah, tak seharusnya aku meminta maaf
kau yang membuatku harus menghapus namamu dari hidupku

sekedar kejujuran, kawan.
aku hanyalah satu diantara beberapa orang yang pernah kau rugikan
dan HARUS kuakui bahwa kau menjadi sebuah beban
ya, beban. bahkan lebih banyak dari rasa iba ku kepadamu
dan kau benar-benar akan kehilangan orang-orang yg pernah menyayangimu
jika kau tidak berusaha untuk berubah.

aku tidak memaksa untuk mengubahmu menjadi orang lain
tidak sama sekali!
aku hanya memebri tau bagaimana untuk memberi dan menerima,
berusaha dan mengeluh, serta bagaimana cara MENGHARGAI teman.
itu jika kau masih bisa disebut teman...!!

ya, dan kali ini kau menjadi orang pertama yang kukeluarkan dari daftar TEMANku.
cobalah berubah sedikit kawan.
disini aku akan mencoba untuk mengurangi rasa kecewaku terhadapmu.

0

senja

Posted by Unknown in ,
mengejar senja yang tenggelam dalam mendung
aku berlari berusaha menyentuh bias cahaya
senja menghilang dalam gelap
aku mencari disepanjang garis pantai
membunuh kecewa yang menyembul perlahan

aku butuh senja
hanya dia tempatku berkeluh
hanya senja. senja.!

aarrgghh.....
perlahan aku menghilang dalam kelam

0

Kamar buntu

Posted by Unknown in ,

 Menatap pasrah terhadap ranjang yang berantakan. Tak apalah, sejenak menikmati hasil karya dari 3 makhluk buntu yang baru saja berkunjung ke kamarku yang sederhana ini. Senang rasanya setiap kali mereka berkunjung, dan kemudian ruang sempit ini berubah menjadi ramai dengan teriakan atau ketawa tidak jelas. Dan yang terpenting adalah setelah mereka pergi, selalu meninggalkan jejak seperti kapal pecah. Sekali lagi, tidak apa-apa. Kehadiran mereka memberi warna tersendiri dalam hidupku. Melewati waktu bersama mereka membuat semuanya menjadi lebih mudah, dan lebih sederhana. Walaupun pada dasarnya semakin sering kami berkumpul, maka akan semakin banyak dosa. (yah, entah mengapa kita dipertemukan dengan bakat yang sama dalam menghina orang lain) -,-‘
Tapi inilah kami dengan segala kekurangan yang dipersatukan dalam sebuah rasa nyaman, yang kami sebut buntu :D

0

Polusi suara

Posted by Unknown in


Ah, polusi suara
Tawa palsu mencoba mencari perhatian
Mata melirik mencari celah
Tangan perlahan menyentuh rambut
Sudut bibir sedikit terangkat
Kemudian tertawa, palsu!
Itu polusi suara dan pandangan, kawan

Kata terasa tak bermakna lagi untukmu
Bahkan seribu kata pun tak kau indahkan
Aku bosan memperingatimu kawan

Hanya satu pertanyaan sederhana yang tersimpan rapi disudut hati ini untukmu
“tidak sadarkah kau tentang kelakuan memalukanmu itu?”

1

Tulisan kacau

Posted by Unknown in

Menyapa sebuah, sebiji, seekor, seorang, atau apakah namanya sesuatu yang berwarna pink di pipi kananku ini. Ya, salam hangat untuk jerawat yang entah darimana asalnya. Yang pastinya keberadaan jerawat ini ternyata berdampak pada aktivitas saya.

Bercermin jadi malas, ky’ liat bayangan orang lain. Cuci muka jadi menderita. Bahkan ganti baju pun jadi ekstra hati-hati.

Tapi terlepas dari penderitaan akibat jerawat, saya lebih bingung dengan sakit gigi yang mulai menyerang. Padahal ketika sy jenguk, si gigi masih baik-baik saja, tdk bergeser sedikitpun dari tempat duduknya.

Kenapa bisa sakit? Mungkin dia mulai bosan jadi gigi, karena tugasnya berat. Berhubung yang punya gigi adalah manusia omnivora, alias pemakan segala. Apalagi akhir-akhir ini saya rajin makan permen dan malas sikat gigi *eh -,-“ jadi mungkin si gigi mau pensiun.

Daripada tulisan ini semakin tidak jelas, lebih baik kita akhiri saja. Wassalam.

0

Hari ke empat bulan ke empat

Posted by Unknown in

Hari ke empat bulan ke empat, dan semuanya masih sama. Dosen dihari kamis masih malas masuk, hari masih panas, otak masih lemot, dan dompet masih kosong. :|

Dan disinilah saya, duduk diportal yang baru saja direnovasi menjadi sedikit lebih elegan dan sedikit lebih panas serta padat. Oh ya, saya tidak sendirian, kawan. Adda beberapa semut hitam yang sejak tadi mondar mandir mencoba menarik perhatian. Ada seorang cowok anggun yang duduk tenang didepan laptop. Dan yang terpenting, ada Desi yang katanya mau kerja tugas tapi prokrastinasi.

Biar kuceritakan sedikit tentang penampakan portal saat ini. Tidak ada yang berubah. Motor dan mobil masih tetap padat berebutan tempat parkir. Daun kering juga masih gugur terus *padahal tadi pagi baru saja disapu. Saya prihati sama tukang sapunya kodong. Juga tentang angin yang lumayan sejuk, tapi kebanyakan panasnya. Atau tentang mahasiswa yang lewat dengan parfum sarru’ bikin sakit kepala. Ya, duduk diportal masih sama.

Terlepas dari semua hal tidak penting yang tertulis diatas, yang ingin saya katakan adalah hidup ini masih sama. Apapun yang terjadi belakangan ini, tentang kuliah yang ribet dan berantakan, atau tentangteman yang hadir sebagai cobaan hidup, sampai tentang dompet yang kosong. Diluar sana, hidup ini masih sama saja. Matahari masih terbit dan tebenam, malam juga masih tetap gelap. Ya, hidup ini masih pada aturannya. Kita bermimpi ketika tidur, dan mulai beraktivitas etika terbangun.

Jika ada yang berubah, itu hanya cara kita menghargai hidup. Ada titik dimana kita jenuh dengan rutinitas ini, tapi disadari atau tidak, mau tidak mau kita akan kembali pada rutinitas yang sama. Sekali lagi, ini tergantung bagaimana kita menghargai hidup :)

0

resah

Posted by Unknown in ,
membunuh sepi malam
melantunkan alunan sendu perlahan
mengusir jenuh

tenggelam dalam rasa tak terbuai
jatuh menerpa perih luka
pasrah

melayang terbang bersama angin
hilang arah tujuan tak sampai
resah

0

adakah

Posted by Unknown in , ,
adakah aku dihatimu
dalam setiap langkahmu menghadapi dunia
adakah aku didalam benakmu
dalam setiap gerakmu menunggu esok

dan aku hanya berlari untukmu
mengejar bayangmu untuk kusimpan sejenak
dan aku hanya berusaha untukmu
membunuh bosan untuk meraihmu
dan aku hanya berbalik untukmu
mencari senyummu untuk kunikmati sendiri

hingga akhirnya aku harus berhenti
walau hati ini enggan berlabuh
inginku hanya berlayar untukmu
mencari celah untuk berlabuh dihatimu!


0

tentang

Posted by Unknown in , ,

Tentang aku yang berlari mengejar bayangmu dalam gelap malam
Tentang kamu yang terus berayun bersama bintang dan rembulan
Tentang jarak, yang tak pernah mau menyatukan kita
Dan tentang aku, yang terlalu !

0

kamu

Posted by Unknown in ,

Masih terdiam disini. Diantara terik mentari dan hembusan angin malam.
Dan kau masih jauh di sudut sana, berlari mengejar mimpi.
Aku enggan beranjak dan tetap diam disini. Mengamati.
Tapi kau semakin jauh. Jauh dan tak terjangkau.
Hei, aku berbicara tentang kamu.
Ya, kamu yang tak pernah peduli.
Hening.!
Rasa kembali membawaku mengembara kedalam khayal tak berujung.
Aku terbang terbawa hembusan angin malam dan tenggelam dalam gelap.
Semakin jauh, terlelap bersama bintang dalam pelukan rembulan.
Dan kau masih terus melangkah bersama sepi.
Tanpa suara. Senyap.
Tapi aku tetap mengikuti langkahmu.
Bersembunyi dalam bayanganmu.
Ah, semakin tinggi.
Bumi terlalu sempit untuk segala kisah.
Dan angkasa terlalu luas untuk kita jelajah.
Lantas kemanakah kaki ini melangkah ?

0

"....."

Posted by Unknown in ,
sumpahku dalam luka
janjiku dalam perih
lukaku dalam sumpah
perihku dalam janji

aku pun pergi
membawa luka dan perih
sebelum kembali untuk sumpah dan janji !

0

harap

Posted by Unknown in ,
adakah aku dalam hatimu?
dalam setiap langkahmu menghadapi dunia
adakah aku didalam benakmu?
dalam setiap gerakmu menunggu esok

dan aku hanya berlari untukmu
mengejar bayangmu untuk kusimpan sejenak
dan aku hanya berusaha untukmu
membunuh bosan untuk meraihmu
dan aku hanya berbalik untukmu
mencari senyummu untuk kunikmati sendiri

hingga akhirnya aku harus berhenti
walau hati ini enggan beranjak
inginku hanya berlayar untukmu
mencari celah untuk berlabuh dihatimu !

0

menunggu

Posted by Unknown in ,
kamu dan segala keegoisanmu
bertahan dalam luka dan perih
tetap bergema dalam kehampaan
kamu. ya, kamu !

kamu dan segala keangkuhanmu
bertahan dalam sepi dan letih
tetap bertahta dalam kebimbangan
kamu. ya, kamu !

segalanya hanya tentang keegoisanmu
tentang keangkuhanmu

dan aku hanya menunggu
menunggu waktu untuk membunuhmu dalam nista
yang kau ciptakan sendiri !

0

A.M.S.I

Posted by Unknown in ,
aku mencintaimu saat ini
ketika mata ini masih bisa menatap
ketika telinga ini masih bisa mendengar
ketika nafas ini masih berhembus

aku mencintaimu saat ini
ketika tubuh ini masih bisa bergerak
ketika tangan ini masih bisa meraba
ketika kaki ini masih bisa melangkah
ketika nadi ini masih berdenyut
ketika jantung ini masih berdetak

sayang, jika suatu saat nanti aku tidak mencintaimu lagi, itu hanya karena mata ini tertutup, tubuh ini tak bergerak lagi, jantung ini lupa untuk berdetak, dan nafas ini enggan untuk berhembus.

0

tentang rasa

Posted by Unknown in ,
jiwaku terbang melayang
melepas gundah yang menyerang
jauh, tinggi meninggalkan rasa

aku terbang merintis waktu
meraih harap yang mulai memudar
jauh, lepas meninggalkan perih

ragaku terbang mengikut khayal
menutup mata yang telah lelah
jauh, dalam meninggalkan nyata

hati ini letih merasa
raga ini perih merasa
jiwa ini hampa merasa

dan aku pergi menghilang !

0

siluet

Posted by Unknown in ,
menatap jemarimu yang terbentuk sempurna
terpaut senja menggantung indah
melayang terbang bersama angin
jauh melintas ruang dan waktu
aku berlari menyongsong senja

kau masih terdiam disana
jemarimu tetap menjadi siluet senja
aku masih berlari mendekatimu
masih, masih, masih jauh !

kuharap waktu berhenti
menari, aku menari bersama waktu
tetap berputar bak angin menari marah
kau dekat, aku semakin dekat
meraih jemarimu dalam genggamanku

dan waktu pun benar-benar berhenti !

0

sedikit kata untuk Ayah

Posted by Unknown in ,
aku mencintaimu, ayah
lebih dari tetesan keringatmu untukku
aku mencintaimu, ayah
lebih dari materi yang kau berikan padaku
aku mencintaimu, ayah
lebih kuat dari pasak dan tiang yang kau bangun untukku
aku mencintaimu, ayah
lebih jauh dari jarak yang pernah kau tempuh untukku
aku mencintaimu, ayah
lebih dari cintamu untukku

aku mencintaimu, Ayah !
tapi mungkin cinta ini belum menemukan jalan untuk mengukir senyum diwajahmu
mungkin cinta ini belum mampu memenuhi harapan yang kau bangun dibenakmu
mungkin cinta ini tak akan pernah mampu membalas ketulusanmu, Ayah
tapi aku yakin, suatu saat nanti kau akan berkata dengan bangga pada dunia "ini anakku yang kubanggakan" :)

0

tentang luka

Posted by Unknown in ,
kata berhambur menderu marah
mencari celah berbaur emosi
menyerang hati dan jiwa yang pilu
dan luka tergores semakin dalam
mengoyak kalbu !

berlari merentas waktu
menutup telinga, melindungi rasa
kaki letih yang terus berlari terpaksa
jiwa berdarah berlumur noda
tetap berlari !

perih hati yang tak lagi terbaca
luka yang semakin dalam
air mata yang tak henti mengalir
semua tentang perih dan luka !

adakah kau peduli?

0

mengusir sepi

Posted by Unknown in ,
menari, mengusir malam sepi
terus meliuk dalam rantai besi
merah, darah mengalir menenggelamkan rasa
dan tetaplah menari
mengundang pilu

bernyanyi, membunuh kelamnya jenuh
menyapa bintang yang enggan berkedip
dan malampun membisu
meraih wangi kesunyian

aku berlari
melewati tarian pengusir sepi
dan aku tiba-tiba sendiri
kembali berlari
membiarkan alunan pilu terus berputar
dan aku menjadi tak tentu arah

kemudian gelap !!

Copyright © 2009 ZONA IYRNA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.